Waktu Justin Bieber atau siapalah namanya bilang,
negara Indonesia itu Antah Barantah. Bahkan mungkin mau bilang sekalian
saja, Negara Antah Barantah Tak Beradab, bangsa Indonesia dengan juru
bicara Syahrini tersinggung beraaat.
Tapi untuk apa repot-repot tersinggung? Bukankah bangsa ini memang belum beradab. Lihat saja. Ada Acara Bedah Buku saja, RIBUT! Ada ormas yang merasa kemuci suci, berasa sudah seperti Tuhan, jadi berhak meneror acara tersebut. Hanya modal memakai atribut muslim. Padahal belum tentu mewakili umat Islam yang mayoritas di bumi Nusantara ini.
Apa? Karena ada AJI? Islam Liberal? Jadi bukan karena bedah bukunya? Hanya sebuah buku, bukuuuu, ributnya setengah mampus? Belum pernah di negara ini ada keributan atau kerusuhan karena BUKU. Karena apa? Simple saja, sebagian besar orang Indonesia lebih asyik nonton sinetron, drama korea, dan gosip di televisi ketimbang baca buku!
Kerusuhan di Indonesia itu terjadi kalau ada yang mengipasi. Merekayasa. Misal; ada walikota suatu daerah, mau nyalon di Ibukota, bikin rusuh saja kota asalnya. Pesan yang disampaikan ke walikota itu; kemaruk lu, nyalon-nyalon jadi Gubernur! Urus tuh kota ENTE!
Parahnya aparat tidak tahu harus berpihak ke siapa. Tak tahu itu siapa Irshad Manji. Mana pernah baca juga; ’God, Liberty and Love, Suatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan’. Aparat juga tidak mengenal Goenawan Mohammad itu siapa. Tahunya itu adalah kakek-kakek kurus, berewokan ubanan, dan untuk itu didorong-dorong saja untuk pergi.
Ormas itu larang-larang acara Bedah Buku, pantas. Karena buat Ormas Islam itu tak mengenal apa itu BEDAH BUKU. Yang ada Razia Buku, Bakar Buku! Kalau perlu bakar sekalian toko buku yang menjual buku yang menurut mereka harus dilarang.
Tapi untuk apa repot-repot tersinggung? Bukankah bangsa ini memang belum beradab. Lihat saja. Ada Acara Bedah Buku saja, RIBUT! Ada ormas yang merasa kemuci suci, berasa sudah seperti Tuhan, jadi berhak meneror acara tersebut. Hanya modal memakai atribut muslim. Padahal belum tentu mewakili umat Islam yang mayoritas di bumi Nusantara ini.
Apa? Karena ada AJI? Islam Liberal? Jadi bukan karena bedah bukunya? Hanya sebuah buku, bukuuuu, ributnya setengah mampus? Belum pernah di negara ini ada keributan atau kerusuhan karena BUKU. Karena apa? Simple saja, sebagian besar orang Indonesia lebih asyik nonton sinetron, drama korea, dan gosip di televisi ketimbang baca buku!
Kerusuhan di Indonesia itu terjadi kalau ada yang mengipasi. Merekayasa. Misal; ada walikota suatu daerah, mau nyalon di Ibukota, bikin rusuh saja kota asalnya. Pesan yang disampaikan ke walikota itu; kemaruk lu, nyalon-nyalon jadi Gubernur! Urus tuh kota ENTE!
Parahnya aparat tidak tahu harus berpihak ke siapa. Tak tahu itu siapa Irshad Manji. Mana pernah baca juga; ’God, Liberty and Love, Suatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan’. Aparat juga tidak mengenal Goenawan Mohammad itu siapa. Tahunya itu adalah kakek-kakek kurus, berewokan ubanan, dan untuk itu didorong-dorong saja untuk pergi.
Ormas itu larang-larang acara Bedah Buku, pantas. Karena buat Ormas Islam itu tak mengenal apa itu BEDAH BUKU. Yang ada Razia Buku, Bakar Buku! Kalau perlu bakar sekalian toko buku yang menjual buku yang menurut mereka harus dilarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar